Jumat, 13 Desember 2013

Jonny Evans: Jangan Takut Pada Matematika!

Evans bersama para siswa yang dibimbingnya (c) MUFC
Bagi sebagian besar pelajar, mata pelajaran matematika merupakan salah satu momok terbesar yang harus dihadapi setiap harinya. Karena itulah, berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasi sindrom fobia matematika yang dialami para siswa.

Salah satu cara unik dilakukan oleh New Charter Academy yang terletak di Ashton-under-Lyne. Pihak sekolah mengundang bek Manchester United, Jonny Evans, sebagai tutor selama sehari di bidang matematika untuk menumbuhkan antusiasme para siswa terhadap mata pelajaran tersebut.

Tentu bukan tanpa alasan mengapa Evans yang diundang. Pemain asal Irlandia Utara ini memang memiliki kemampuan yang istimewa di bidang matematika saat masih menjadi pelajar dulu.

"Saya menikmati matematika di masa sekolah, namun ini adalah salah satu mata pelajaran yang ditakuti oleh para pelajar. Memang sulit untuk membuat mereka mencintai matematika sejak dini," ungkap Evans seperti dilansir Manchester Evening.

"Semoga saat mereka melihat sosok seperti saya menikmati matematika, mereka akan lebih bersemangat lagi. Dalam kunjungan ini saya menunjukkan bahwa matematika juga memiliki peranan dalam dunia olahraga."
Jonny Evans: Jangan Takut Pada Matematika!
Dalam satu sesi rangkaian kegiatan tersebut, Evans mengajak para siswa menyaksikan laga Derby Manchester tahun 2009 antara United dan City. Laga tersebut berkesudahan 4-3 berkat gol Michael Owen di menit 96.

Evans mengajak para siswa untuk menghitung jumlah umpan dan juga peluang sambil berkeliling kelas dan berbincang santai soal matematika.

Villa Jelaskan Konflik Dengan Messi

Villa Jelaskan Soal Konflik Messi
David Villa membantah bahwa dirinya menyisakan masalah personal dengan Lionel Messi, menyusul kepindahannya ke Atletico Madrid di bursa transfer musim panas lalu.

Striker berjuluk El Guaje itu memberikan konfirmasi dalam satu wawancara dengan Canal+ baru-baru ini. Ia juga menyempatkan diri memberikan kesan mengenai karirnya di Camp Nou.

"Baik Leo dan saya, bersama rekan setim di klub yang lain, memiliki hubungan yang baik," jelasnya.

"Klub (Barcelona) selalu menunjukkan perhatian yang besar pada saya dan memenuhi janjinya untuk menjual saya di musim panas. Saya hanya memiliki kata-kata pujian dan terima kasih untuk Barca," tutup Villa.

Villa musim ini sudah bermain selama 15 kali untuk Atleti di La Liga dan mencetak delapan gol.

Preview: Osasuna vs Real Madrid, Beda Misi

 Perkiraan Susunan Pemain
Tuan rumah Osasuna dan Real Madrid punya misi berbeda pada laga pertemuan keduanya, Sabtu (14/12) malam. Madrid butuh poin untuk mengejar Barcelona di puncak klasemen, sementara Osasuna butuh tambahan poin demi mentas dari zona degradasi.

Saat ini pasukan Carlo Ancelotti tertinggal tiga poin dari Barcelona dan Atletico Madrid yang memimpin klasemen La Liga. Sedangkan Osasuna mengumpulkan 13 poin, unggul satu poin dari dua tim penghuni zona degradasi.

Madrid memiliki modal positif jelang lawatan mereka ke markas Osasuna. Los Blancos sudah memenangkan lima laga terakhir La Liga, ditahan imbang tanpa gol di Copa del Rey dan kembali menang melawan Copenhagen di ajang Liga Champions.

Osasuna mencatatkan 2 kemenangan di 5 laga terakhir, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Pada pertandingan terakhir mereka berhasil menahan tuan rumah Malaga dengan skor 3-3 di pentas Copa del Rey.

Carlo Ancelotti diperkirakan akan kembali menurunkan Diego Lopez di bawah mistar dan Angel di Maria sebagai starter. Sementara pelatih Osasuna, Javi Gracia kemungkinan akan kembali menurunkan Oriol Riera, setelah sang striker melewatkan laga imbang melawan Malaga.

Empat Keanehan Sponsorship Barcelona

Ada Logo Di Balik Kaus
Barcelona baru saja mengumumkan kerjasama mereka dengan Intel, perusahaan pembuat chilp silikon asal Amerika Serikat. Kesepakatan kerjasama ini tentu bakal menguntungkan kedua belah pihak.

Di satu sisi Barcelona mendapatkan tambahan dana segar, sedangkan di pihak lain Intel mampu memperkuat brand image-nya di masyarakat.

Namun tahukah Bolanetters bahwa sponsorship Barcelona, tidak hanya Intel, diwarnai dengan beberapa fakta unik? KIta dapat menemukan setidaknya ada empat fakta unik dibalik beberapa nama perusahaan atau organisasi yang pernah menghiasi kostum kebanggaan klub asal Catalan tersebut.

Penasaran? Mari kita simak satu persatu.

  1. Mendobrak Tradisi
    111 tahun sebelum kedatangan Qatar Foundation ke markas besar Barcelona di Camp Nou, jersey Los Azulgranas selalu bersih dari embel-embel sponsor atau perusahaan apapun yang memiliki kepentingan komersial dengan klub.

    Namun semua itu berubah di tahun 2010 ketika pihak El Barca akhirnya menandatangani kontrak kerjasama dengan Qatar Foundation, perusahaan non-profit asal Qatar yang didedikasikan untuk pengembangan teknologi informasi dan pendidikan di yang bersangkutan.

    Qatar Foundation akan menghiasi jersey Barca hingga tahun 2016 dan per tahunnya, klub akan mendapatkan dana segar senilai 25 juta poundsterling dari kesepakatan ini.
  2. Bukan Dibayar Malah Membanyar
    Itulah yang terjadi kala Barcelona mencapai kata sepakat dengan salah satu organisasi anggota PBB, Unicef. Tepatnya di tahun 2004, klub setuju untuk mengikutsertakan nama organisasi yang mengurusi masalah anak sedunia itu di jersey kebesaran mereka.

    Menariknya, tidak seperti kontrak sponsorship lainnya, Barcelona bukannya mendapatkan uang, malah kehilangan dana. Menurut laporan The Mirror, El Barca justru menyumbangkan 1,5 juta poundsterling per tahun untuk digunakan sebagai dana penyokong proyek kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
  3. Sukses Tapi Berhutang
    Mungkin kedengarannya cukup aneh, namun ternyata Barcelona memiliki utang yang cukup besar pada berbagai pihak. Laporan dari The Mirror menyebutkan bahwa klub Catalan itu memiliki tanggungan tak kurang dari 430 juta Euro.

    Hal ini tentu cukup mengherankan, mengingat di beberapa tahun terakhir prestasi Barca di berbagai ajang cukup istimewa. Selain menjadi juara di Liga Champions beberapa kali, mereka juga kerap kali menembus babak akhir di kompetisi antar klub Eropa tersebut. Bahkan di La Liga, Lionel Messi dkk terus menjadi tim yang paling dominan dalam memperebutkan gelar juara. 
  4. Ada Logo Di Balik Kaus
    Tidak seperti kebanyakan sponsor lainnya, Intel justru ingin logo perusahaan mereka dipampang di balik kaus klub, alih-alih di depan. Mungkin hal tersebut selaras dengan motto 'Intel Inside'. Namun coba bayangkan, berapa kali pemain membuka bagian dalam jersey mereka di sebuah laga?

    Namun rupanya hal tersebut sudah dipikirkan oleh phak Intel. Melalui staff marketingnya, mereka berharap pemain Barca akan bisa menunjukkan logo tersebut kala mereka mencetak gol.

    "Kami tidak ingin membuat para pemain berada di bawah kewajiban yang mengharuskan mereka untuk menunjukkan logo selama beberapa kali, namun kami tahu bahwa perayaan gol seperti itu sudah menjadi bagian besar dari budaya olahraga," jelas Deborah Conrad, menurut laporan yang dilansir oleh The Mirror.

Preview: Juventus vs Sassuolo, Reaksi Si Nyonya Tua

Preview: Juventus vs Sassuolo, Reaksi Bianconeri

Reaksi seperti apa yang akan ditunjukkan Juventus setelah gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2013/14? Sassuolo akan mengetahuinya ketika mereka bertandang ke Turin dalam lanjutan kompetisi Serie A akhir pekan nanti.

Di Juventus Stadium, Senin (16/12), Sassuolo sepertinya bakal menemui masalah serius. Besar kemungkinan anak-anak asuh Eusebio Di Francesco menjadi korban pelampiasan sakit hati Bianconeri. Semua data dan statistik mengarah ke sana.

Yang pertama dan paling jelas terlihat adalah posisi di klasemen. Juventus mantap memimpin dengan 40 poin hasil 13 kemenangan serta masing-masing sekali kalah dan imbang dari 15 pertandingan. Sementara itu, Sassuolo satu tingkat di atas zona merah dengan 13 poin hasil tiga kemenangan, lima kali imbang dan tujuh kali kalah.

Yang kedua, perbedaan kualitas skuat. Sebagai perbandingan sederhana, berdasarkan statistik WhoScored, hanya satu penggawa Sassuolo yang termasuk dalam 20 besar pemain dengan rating tertinggi di Serie A sejauh ini. Dia adalah bek Luca Antei, sedangkan Juventus punya empat pada diri Arturo Vidal, Paul Pogba, Carlos Tevez dan Giorgio Chiellini. Secara keseluruhan, kekuatan pasukan Antonio Conte pun dinilai setingkat di atas Sassuolo.

Yang ketiga, terlepas dari kekalahan menyesakkan 0-1 atas Galatasaray yang membuat mereka terlempar ke Liga Europa, adalah kenyataan yang menyebutkan bahwa Juventus selalu menang setiap kali melakoni laga kandang di Serie A musim ini. Dalam ketujuh laga kandangnya tersebut, Gianluigi Buffon dan kawan-kawan sukses memaksa lawan-lawannya pulang dengan tangan hampa (Lazio 4-1, Verona 2-1, AC Milan 3-2, Genoa 2-0, Catania 4-0, Napoli 3-0, Udinese 1-0).

Juventus butuh kemenangan yang sangat meyakinkan kala menjamu Sassuolo guna mengobati kekecewaan mereka, juga kekecewaan para tifosi setianya. Tambahan tiga angka pun dapat mengukuhkan posisi sang juara bertahan di puncak classifica.

Dalam kondisi seperti ini, meski Juventus masih tak diperkuat Andrea Pirlo, sulit rasanya bagi Sassuolo untuk mengulangi kesuksesan menahan imbang 1-1 Napoli di San Paolo dan AS Roma di Olimpico beberapa waktu lalu. Terlebih lagi, Sassuolo tidak bisa memainkan top scorer mereka, Domenico Berardi (7 gol) akibat akumulasi empat kartu kuning.

Bagaimana peluang Juventus menjadi 'korban 1-1' Sassuolo yang ketiga? Kemungkinan itu tetap ada. Namun, sepertinya La Vecchia Signora tak akan membiarkannya.

Preview: Man City vs Arsenal, Tajam vs Rapat..??

Preview: Man City vs Arsenal, Tajam vs Rapat

Laga big match akan tersaji dalam lanjutan pekan 16 Premier League akhir pekan ini (14/12) di Etihad Stadium. Tim penghuni empat klasemen, Manchester City akan menjamu Arsenal yang saat ini menduduki urutan teratas. Hasil dari laga ini akan sangat mempengaruhi pergolakan di papan atas mengingat selisih poin antar tim yang cukup mepet.

Selain itu, duel ini juga akan menjadi pembuktian siapa yang lebih kuat antara City yang merupakan tim paling tajam di liga sejauh ini (mencetak 41 gol) melawan Arsenal yang tercatat sebagai tim dengan pertahanan paling rapat (baru kemasukan 11 gol).

Manchester City memiliki modal moril yang lebih baik dalam laga ini menyusul kemenangan 3-2 yang mereka raih atas juara bertahan Liga Champions, Bayern Munich di Allianz Arena tengah pekan lalu. Selain itu statistik juga menunjukkan bahwa musim ini The Citizens sangat beringas ketika bermain di kandang dengan menyapu bersih kemenangan dalam tujuh laga di Etihad dengan rekor gol yang sangat impresif (29-2).

Jelang laga ini, Manajer Manuel Pellegrini masih akan bermain tanpa Stevan Jovetic dan Matija Nastasic yang tengah mengalami cedera. Kondisi duo fullback, Micah Richards dan Gael Clichy, juga masih diragukan untuk bisa turun dalam laga ini.

Di sisi lain, Arsenal memiliki misi yang cukup sulit untuk bisa kembali ke jalur kemenangan setelah dalam dua laga terakhir gagal mengemas tiga angka atas lawan-lawannya. Usai ditahan imbang Everton pekan lalu, mereka dikandaskan Napoli 0-2 di San Paolo.

Selain itu, The Gunners juga punya beban wajib menang untuk menjaga keunggulan lima poin atas Chelsea dan Liverpool. Jika tergelincir di Manchester, tahta Arsenal akan berada dalam bahaya saat dua pekan mendatang akan berduel langsung melawan The Blues di Emirates.

Manajer Arsene Wenger dipusingkan dengan masalah kebugaran yang menerpa bek kanan regulernya, Bacary Sagna. Pemain asal Prancis ini menyusul daftar panjang cedera yang sudah terlebih dahulu seperti Abou Diaby, Yaya Sanogo, Lukas Podolski, Ryo Miyaichi, dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Dalam pertemuan terakhir di tempat yang sama September tahun lalu, City dan Arsenal bermain imbang 1-1 saat gol Joleon Lescott di akhir babak pertama mampu dibalas oleh Laurent Koscielny di babak kedua. Mengingat semakin membaiknya performa kedua tim musim ini, rasanya duel Sabtu depan akan berjalan jauh lebih sengit ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Preview: Chelsea vs Palace, Tak Boleh Anggap Remeh!!

Preview: Chelsea vs Palace, Jangan Anggap Remeh

Chelsea coba untuk menargetkan posisi kedua di klasemen sementara saat mereka menjamu Crystal Palace di Stamford Bridge,  Sabtu (14/12) waktu setempat.

The Blues saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 30 poin dari 15 laga. Mereka tertinggal lima angka dari pemuncak tabel persaingan, Arsenal, namun memiliki jumlah poin yang sama dengan Liverpool.

Jose Mourinho dan anak buahnya memiliki modal yang bagus jelang laga melawan Palace. Mereka baru saja menang tipis 1-0 atas Steaua Bucharest di Liga Champions. Namun menilik dari kacamata performa di Premier League, laga ini bakal jadi kesempatan bagi Frank Lampard dkk untuk bangkit. Pasalnya, di pekan sebelumnya tim secara mengejutkan kalah dari Stoke City saat bermain away.

Untungnya, hingga saat ini Chelsea belum pernah kalah sekalipun ketika bermain di depan pendukung mereka sendiri di liga domestik.

Rasa percaya diri Mou bisa jadi makin meluap apabila ia melihat catatan prestasi Crystal Palace, yang baru menang satu kali di laga away, kalah enam kali dan kemasukan tak kurang dari 12 gol saat bermain di luar stadion mereka sendiri.

Namun Tony Pulis, pria yang kini jadi arsitek Palace, mungkin tengah merasa gembira. Pasalnya, ia baru saja mampu membawa timnya menang atas West Ham United dan Cardiff City.

Selain itu, The Eagles juga mendapat suntikan moral menyusul kembalinya Yannick Bolasie, yang baru saja menjalani hukuman larangan bermain. Di sisi lain, Fernando Torres kemungkinan akan dipasang di lini depan untuk menemani Demba Ba.